Noyalita Khadijah: SERING JUARA MENULIS, OGAH BACA NOVEL

JUARA MENULIS, OGAH BACA NOVEL

Meski memang tidak semuanya mengharuskan, para penulis besar menganjurkan penulis pemula untuk banyak membaca novel. Hal itu berguna untuk melatih bagaimana kita mengetahui gaya, penyampaian gagasan, dan teknik para penulis besar. Namun hal itu ternyata tidak semuanya dituruti oleh sebagian penulis pemula. Hal ini juga diungkapkan Noyalita Khadijah, penyabet sederet juara lomba menulis kelahiran Lebak 4 April 1992.  Bagi Noya, sapaan akrabnya, membaca novel orang lain malah membuat kita mandeg menulis dan selalu dibayangi karya orang lain. “Saya menulis mengalir saja. Terserah jadinya seperti apa. Tapi itu tulisan saya,” ujar siswi SMAN 3 Rangkasbitung yang menyabet beberapa piala menulis: Juara III menulis cerpen se-Provinsi Banten (2007), juara II menulis cerpen se-Kabupaten (2007), juara I menulis essai se-Kabupaten Lebak (2007), dan juara harapan II karya tulis ilmiah se-Banten (2007). Selain itu putri ketiga dari tiga bersaudara pasangan Ilyas Sutisna dan Rodiah ini juga kerap menjuarai beberapa lomba tenis meja di daerahnya: juara III tenis meja POPDA Lebak (2006), juara I tenis meja POPSMA Lebak (2007), juara III tenis meja POPSMA Banten (2007), serta juara III Olimpiade Fisika SMP (2005).

Noya yang mengaku hobi menulis dan mengoleksi buku ini mengawali dunia menulis karena mampu mengenali karakter pribadi. “Kalau ada masalah apa pun, saya tidak pernah mau cerita ke orang lain. Alasannya malas saja melibatkan orang,” ujar Noya yang mengidolakan karya-karya Taufik Ismail dan Andrea Hirata. “Taufik itu karyanya santun dan kritis. Sementara Andrea menyodorkan kehidupan asli orang Indonesia dengan seadanya. Meski hobinya menulis, tapi Noya yang kini tinggal di Kp. Sajira Barat, Lebak, mengaku tidak bercita-cita menjadi seorang penulis. “Saya dari dulu ingin menekuni bidang antariksa dan astronomi,” ungkap Noya.  Meski demikian Noya ingin sukses pada dua bidang tersebut, pasalnya Noya sering diledek olah Kakaknya dengan sebutan Noya si sukses di dunia maya, tapi lemah di dunia nyata, saat nilai IPA-nya menurun. “Beruntung orangtua sangat mendukung keduanya,” ujarnya. “Hanya saja Lebak masih kekurangan fasilitas informasi guna mendukung hobi dan cita-cita saya,” keluh Noya.

NOYA DI MATA GURU

Kesuksesan Noya ternyata tak lepas dari dorongan orangtua dan guru-guru di sekolah.  Seperti yang diungkapkan Yuyun Jumi’ati, guru bidang Bahasa Indonesia SMAN 3 Rangkasbitung. “Kami sadar anak-anak tidak semuanya mahir di bidang mata pelajaran eksak. Tapi di bidang lainnnya,” ujar Yuyun. Bagi Yuyun, Noya seolah mengulang sukses kakak kelasnya, Laila Juwita, yang juga penulis. ”Dukungan tidak semata dari guru bahasa, guru-guru lain juga ikut mensuport. Karena anak-anak adalah tanggung jawab bersama,” tandasnya. ”Sebagai dukungan, anak-anak sering diajak menghadiri bedah buku dan jumpa penulis,” imbuh Yuyun . [Langlang]

Sumber: http://rumahdunia.com/isi/2009/12/18/noyalita-khadijah-sering-juara-menulis-ogah-baca-novel/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s