Berbagi Kisah (17 Agustus)

#
Pukul lima pagi keponakanku yg baru berusia 4 thn sudah menelpon, ku tanya ada apa gerangan sepagi ini sudah menelpon…
ternyata dia membangunkan-q untuk mengajak siap-siap, hari ini akan upacara ungkapnya. Anak sekecil itu semangat-a masih menggebu, apalagi untuk momen yang pertama kali baru ia sadari setelah duduk di lembaga pendidikan.

#
Teman satu kostku yang sangat sulit bangun pagi karena kerap kelelahan bekerja lembur sampai larut malam, di bulan Ramadhan ini ia selalu melanjutkan tidur usai shalat subuh. Tapi tidak untuk pagi ini, usai shalat subuh ia menghampiriku, tersenyum dan mengataka ‘selamat hari kemedekaan kawan, ayo kita duel mencuci’ saat ku tanya kenapa tidak melanjutkan tidur, ia menjawab ‘hari ini berbeda, aku sangat semangat untuk meminta bantuanmu mencuci selimut’. setidaknya, meski ada tujuan lain dibalik perubahan temanku ini, aku masih bisa tersenyum untuk semangat seorang karyawan di tanggal 17 Agustus.

#
Pukul 06.00 di stasiun TV swasta, aku mendengar berita pidato Presiden mengenai keadaan keuangan negara yang sudah sangat membaik, hingga rakyat miskin dapat mendapatkan haknya atas pendidikan dan kesehatan.
Tapi di sisi lain ditampilkan potret rakyat Indonesia yang sangat memilukan, anak sekolah dasar yang harus menyebrang sungai deras untuk mencapai sekolah, dan tak bisa bersekolah saat banjir, tak ada kah jembatan untuk mereka??
Si Budi kecil (Sore Tugu Pancoran, Iwan Fals) yang harus kuyup menggigil menahan dingin tanpa jas hujan hanya untuk menjajakan koran agar ia dapat menggapai mimpinya (yaitu bersekolah), tak adakah kesempatan baginya untuk hidup di satu sisi? supaya tugas-tugas sekolahnya tidak selesai setengah??

#
Aku melanjutkan aktivitasku, di perjalanan menuju tempat ini aku melihat seorang kakek Tua bekerja keras menaikan bendera dan tiangnya, keringat bercucuran tapi semangatnya tak jua padam…
ia tersenyum puas saat berhasil membuat tiang itu nampak indah berdiri kokoh di halaman rumah.

#
Ini kisahku,, apa Kisahmu??

Apakah masih ada semangat di hati kita untuk mensyukuri hari ini, memberi makna pada dunia bahwa sesungguhnya Merdeka bukan hanya tanggal 17 Agustus??bukan hanya di maknai dengan Upacara Bendera…

Apakah semangat kita sebanding dengan semangat saudara-saudara kita diatas, yang berjuang untuk memahami arti MERDEKA sesungguhnya??
kisah ini hanya kisah kecil di tanggal 17 Agustus, semoga kawan-kawan memiliki kisah lebih dahsyat dari kisah ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s