Rasa tak pernah berdusta

Suatu masa aku terbaring lemah di pelataran senja..
mendengarkan isi hati yang telah lama aku lupakan..
tentang rasa yang ku pendam,,
tentang kisah berbau imajinasi hambar..
tentang dia yang ku lukis tawanya bersama dingin hembusan angin malam..

ku tanyakan pada Tuhan..
kenapa hanya tawanya saja yang bisa ku nikmati dalam senyap hari-hariku?
mungkin karena hatinya tersembunyi..
jauh tak terjangkau indera..

jika hati memang tersembunyi,
pantaskah aku tersenyum menyentuh bahagianya?
dan menangis memeluk kesedihannya?

atau memang hati itu terlihat,
hanya saja sering mataku enggan menatapnya..
enggan memahaminya, enggan menghiraukannya..

dan jika memang ia terlihat..
maka rasa memang tak pernah berdusta…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s