Kopi masa lalu

Tersenyum menelan kopi masa lalu, yang pahitnya masih menempel hingga hari kemarin. ya.. hari kemarin. hari ini dan besok lidahku sudah penuh dengan tepung yang bersedia melumer dengan amilase di kelembaban malam..

Aku bertemu seorang pria di masa depan, yang aromanya pekat dengan masa lalu. tapi ia manis, semanis hari ini. ah, mungkin ia bukan masa lalu, karena ia begitu manis..

Kopi itu belum habis, ia datang lagi bukan kopi kemarin, ini kopi yang lain. Kopi masa lalu yang aromanya sampai di hari esok. Selamat datang kembali di kehidupanku, entah berapa lama rasamu tak ku kecap..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s